Senin, 04 Juni 2012

Hanya Pada-Mu Tempatku Bersimpuh


Entah mengapa dengan diri ini yang begitu takut. Telah kujalani ujian  Al-Azhar. Dan aku merasa tak banyak yang aku bisa kerjakan. Aku nggak tau harus bagaimana ya Allah. Aku bingung, saat masuk ruangan ujian, apa-apa yang di otakku kebanyakan yang lupa. Aku tak tahu bagaimana cara belajar yang benar. Aku bingung.... namun aku tetap berusaha untuk mendalami satu kata demi kata.

Hati ini makin risau saat ku dengar kabar yang memang tak  menenangkan pikiran. Aku sadar aku siapa dan darimana. Namun saat mendengar kenyataan seperti ini membuatku semakin risau. Namun aku masih punya Allah. Bantu hamba Ya, Allah. Hanya pada-Mu tempatku bersimpuh. Tak ada tempat selain Engkau. Kini ku hanya bisa berusaha dan mengabdi kepada-Mu. Help Me Allah.

Jumat, 13 April 2012

I hope You Allah

Tak terasa hari berganti hari, begitu cepat waktu berlalu. Tanpa kusadari ujian sudah diambang pintu, aku semakin takut untuk menjalaninya. Walaupun rasa takut tetap menghantuiku , namun aku tetap harus menghadapinya mau tak mau harus aku hadapi dengan otakku ini. Sudah 2 tahun berturut-turut aku meninggalkan 1 pelajaran saat naik tingkat. Aku berusaha untuk tahun ini supaya tidak membawa pelajaran lagi. Ya Allah,,, Ridhoilah hamba ini. Agar selalu semangat di jalan Mu. Namun, mengapa penyakitku ini selalu ada dalam diriku. Huaaam, ngantuk... Ya itulah penyakit yang selalu menempel dalam diriku. Sudah menjadi teman terbaiiku yang selalu setia dimanapun pergi. Terkadang saat kuliyah dia juga selalu menghampiriku, sampai aku tok tok an. Malu juga sih kalau teman luar negeriku tahu kalau aku lagi tok tok an, sampai bukuku terjatuh heheheh.

Insyaallah aku akan berusaha sekuat tenagaku, ingin ku beli kopi pahit agar melawan teman baikku. Maaf ya kawan untuk saat ini kita break dulu, kamu jangan menghampiriku terus yah. Kasihan lah aku waktu untuk belajar hehehehe...... Let to start..... go go go... I can... I can.... I can.....
I just belive in you Allah. Please help me Allah....

Sabtu, 31 Maret 2012

My Adventure is still long

Terkadang semangat itu tumbuh dan terkadang bisa berkurang. sama saja yang seperti aku alami, terkadang semangat itu tiba-tiba muncul dan terkadang hilang seketika itu juga. sama halnya seperti iman seseorang yang terkadang naik dan turun, memang sudah fitrah dan kodrat manusia. Entah mengapa pikiranku kini tak karuan, otakku semakin berhenti untuk berpikir. Entah apa yang menyebabkan aku seperti ini, ujian kini menyambutku kembali. Aku bingung dengan pola belajarku, terkadang aku belajar dengan mata bengkak namun apa yang aku hapalkan tak sedikit yang menyangkut di otakku. Namun aku tetap akan terus berusaha sampai titik darah pengahabisan. ( ah, masak iya? ) ya, aku bilang iya. Melihat perkembangan di muka bumi ini yang begitu terus berkembang dan aku pun juga harus berkembang.

Setelah melihat kedua orangtua angkatku dan saudara angkatku disini yang selalu menyemangatiku. Mereka yang membantuku dan menolongku. Aku tak ingin mengecewakan mereka dan kedua orangtuaku di rumah. Aku ingin melihat tulus senyum mereka yang merekah sepanjang masa. Aku tak menyangka Allah telah mempertemukan aku dengan keluarga itu. Saat aku bertemu dengan keluarga ini denga perantara temanku. Sebelum kumenemui mereka, sebuah ujian datang. Ya, namaku tidak turun dalam list tunjangan pendidikan dari kelompok komunitas kekeluargaan mahasiswa. Entah mereka bohong terhadapku atau tidak, yang jelas aku mengharap dengan biaya itu. Mahasiswa yang mengajukan tunjangan beasiswa, banyak diantara mereka yang dapat. Aku hanya menunggu panggilan dari bulan ke bulan. Namun aku tetap tak dapat panggilan. ku mencoba untuk memberanikan diri menanyakan hal ini. Hasilnya ternyata nihil dan aku tak habis pikir, walaupun hasilnya nihil, cobalah menghubungi saya agar saya tidak mengharap banyak. Seseorang menyeletuk menyalahkanku. " kamu siih gak dateng waktu gubernur kesini". Padahal sebelumnya tak ada seorangpun yang menghubungiku untuk datang di acara Gubernur. Aku pulamg dengan tangan hampa, padahal waktu itu aku sangat membutuhkan biaya. Aku hanya mengadu pada Sang Ilahi dengan jeritan tangisku. Keesokan harinya ku melangkahku kakiku menuju kampus dengan mata yang masih sembab. Seorang teman menyuruhku untuk datang dan menanyai identitasku. Seketika itu temanku memberi selembar amplop dari seorang Ustadz yang mengimami di masjid. Dan orang dermawan bakal memberi tunjangan pendidikan hingga selesai. Aku menithkan air mata kebahagiaan yang tak terkira. Ternyata Allah menguji kesabaranku. Tanpa disadari Allah bukan menguji dalam keadaan sulit  namun dalam keadaan senang juga ada ujian. Itu sangat jarang orang yang menyadarinya. Hanya sebagian kecil saja yang menyadari hal itu semua. 

Kini keyakinanku semakin bertambah saat orang-orang di sekitarku menyemangatiku dan begitu sayang terhadapku. Namun mereka kini telah menjalani kehidupan bahtera sendiri-sendiri. Semoga hari-hari kalian dirasai dengan penuh keyakinan dan keberkahan akan rahmat-Nya.

Sabtu, 12 November 2011

Anugrah

Kairo, Kamis 10 November 2011, hari ini adalah hari memperingati hari pahlawan. Begitu banyak para pejuang kita yang gugur di medan perang yang bertempat di Surabaya. Begitu semangatnya arek-arek Suroboyo melawan penjajah sampai titik darah penghabisan. Rabu, 9 November 2011 mendadak ditelpon wakil ketua WIHDAH-PPMI untuk datang ke KBRI dan gladi bersih  dalam upacara pada hari Kamis nanti dan aku ditugaskan menjadi pembaca doa. Aku tidak bisa mengikuti gladi pada saat jam 15;00 CLT. Namun aku yang membacakan saat upacara dilaksanakan. Aku sangat grogi sekaligus detak jantung ini berdetak kencang saat diriku terbangun dari tidur bahkan aku belum tahu bagaimana teks bacaannya. Yang teringat saat aku upacara setiap hari Senin pagi di sekolah saat di Bali menggunakan doa agama Hindu sampai aku mengahafalnya. 

Bagiku pembacaan naskah ini adalah suatu anugerah bagiku, belum tentu semua orang bisa dapat membacakan naskah dalam upacara yang bertempat di KBRI Kairo. Ini cukup membahagiakan orangtuaku yang ada di Bali. Pak...Buk... anakmu bisa bertemu dengan orang keren-keren di Kairo dengan membacakan naskah doa, ini sungguh langka. 
kuayunkan langkah kakiku dengan tegap dan maju semua mata menuju ke arahku. Rasa-rasanya aku tidak percaya diri bahwa inilah diriku. Aku bersyukur kepada_Mu Ya Allah ini adalah nikmat dari_Mu. Aku bisa banyak mengenal orang dan menyambung tali silaturrahmi dengan orang yang belum kenal sebelumnya.

Senin, 17 Oktober 2011

perbedaan yang selalu mengahantui

Tak bisa dipungkiri lagi, memang perbedaan status selalu diungkit-ungkit disekitar kita. Dari soal perbedaan agama, status, jabatan, sosial dan masih banyak yang lainnya. Saat kita bertatap muka dengan orang yang lebih tinggi jabatannya terkadang kita merasa tidak percaya diri untuk berhadapan di depannya. Namun tenang kawan  kita jangan minder dengan orang-orang yang ada dihadapan kita. Yang menjadi perbedaan antara kita adalah iman dan takwa. Kita sama saja seperti orang yang lain hanya kita juga harus berusaha dan berserah diri sepenuhnya terhadap Allah swt.

Aku yang tinggal di Kairo terkadang juga minder, berhadapan dengan orang yang statusnya lebih tinggi dariku. Saat aku berorganisasi di WIHDAH ( persatuan pelajar mahasiswi Indonesia), aku terkejut saat   berkumpul di KBRI bersama para duta besar. Sebelumnya aku belum pernah menemui hal yang semacam ini dalam kehidupanku. ya, saat ini aku bertatapan dengan orang yang jabatannya lebih tinggi dariku. Makan malam bersama dengan hidangan yang mewah. Saat aku makan hidangan yang ada di depanku mengapa aku teringat akan rakyat Indonesia yang susah mencari sesuap nasi. 

Akankah perbedaan status sosial yang selalu diungkit-ungkit jika kita berteman. Rosulullah tidak pernah mengungkit status sosial, yang ada hanyalah perbedaan iman dan takwa di mata Allah. 

trust just to Allah

yeah just trust to Allah, everything will be ok. if we know our problem and all in this world will be come back to Allah. nothing power except the power of Allah. why sometime of people think if the power come from their works. but they don't think that is all from Allah.  i just believe to Allah, he always besaide us. whatever we have done in this world, Allah can see us every day.